Investasi jadi Modal

Investasi jadi Modal Pemulihan Ekonomi di 2021

 

Dalam rencana percepat pemulihan ekonomi saat epidemi covid-19, pemerintah mencanangkan beberapa program. Diantaranya yaitu kenaikan investasi.

Tubuh Kebijaksanaan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) mengatakan, perkembangan investasi harus positif untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi tahun kedepan. Masalahnya melihat dari data Tubuh Pusat Statistik (BPS), andil investasi pada Produk Lokal Bruto (PDB) rerata capai 30 %. Atau ke-2 paling besar sesudah mengonsumsi warga.

Disamping itu, Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan salah satunya langkah yang dapat dilakukan untuk mengembalikan investasi yaitu lewat penuntasan Perancangan Undang-Undang Cipta Kerja. Dimana lewat ketentuan itu, Febrio memandang dapat memberi keringanan untuk menggerakkan perkembangan investasi.

“Kita harus reformasi dari 2020 ke 2021, termasuk juga bagaimana investasi harus positif di 2021,” tutur ia dalam Dialogue Kita, Jumat (2/10/2020).

Untuk info, pada kuartal ke-2 2020 investasi atau Pembangunan Modal Masih Bruto (PMTB) tertera alami kontraksi sampai 8,61 % dibanding periode yang serupa pada tahun kemarin (year on year/yoy). Realisasi ini turun tajam dari perkembangan 4,55 % pada kuartal ke-2 2019 dengan cara yoy.

Pada kuartal tiga ini, pemerintah memproyeksikan PMTB akan tumbuh pada zone negatif, yakni di antara 8,5 % sampai 6,6 %. Walau sedikit lebih bagus, perkembangan ini masih loyo, tercermin dari tanda kesibukan bangunan, import barang modal serta pemasaran kendaraan niaga.

Febrio memberikan tambahan, jika perkembangan investasi masih negatif sampai tahun kedepan, karena itu rintangan yang ditemui ekonomi Indonesia akan besar sekali. Akselerasi pemulihan ekonomi juga jadi susah terwujud.

“Investasi harus positif. Sebab jika investasinya negatif ya berat sekali,” katanya.

Duta Besar RI untuk Abu Dhabi, Husin Bagis menjelaskan ada 57 negara yang mayoritasnya islam di dunia. Tetapi cuman ada banyak negara islam yang kaya serta ingin investasi di negara lain.

Salah satunya negara islam yang kaya yaitu Arab Saudi. Negara Timur Tengah ini dapat menghasilkan minyak 12 juta barel serta Abu Dhabi 14 juta barel. Negara ini mempunyai banyak cadangan energi, tapi jumlah penduduknya sedikit.

“Banyak cadangan energi tetapi jumlah masyarakat sedikit, uangnya jadi banyak. Nah uangnya ini ke mana? ya investasi,” kata Husin dalam Webinar Nasional Investasi Negara-Negara Islam di Indonesia, Jakarta, Jumat (2/10/2020).

Namun, beberapa negara kaya itu kata Husin cuman akan melakukan investasi di beberapa negara yang gampang birokrasinya serta menarik. Walau sebenarnya dana Sovereign Wealth Fund dari Abu Dhabi besar sekali.

Mereka malas melakukan investasi di Indonesia sebab pemerintah tidak mempunyai project kerja sama yang selesai.

“Mereka kurang berminat untuk memberikan modalnya ke Indonesia sebab kita tidak punyai proyek yang dapat nawarin persetujuan yang clean and clear,” papar Husin.

Perihal ini pula yang mengakibatkan investasi project di Indonesia pada akhirnya mangkrak. Karena tertahan oleh proses administrasi.

Presiden Jokowi akui tidak masalah namanya dicatut oleh Ketua Tubuh Pengaturan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia untuk kepentingan investasi. Serta, Jokowi malah minta supaya Bahlil layani beberapa investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!